"b8f984a1" Sistem Pakar Diagnosis Kematian Televisi Berwarna | LeaderCahyono

Sistem Pakar Diagnosis Kematian Televisi Berwarna



I.           Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi sekarang ini berjalan sangan cepat dan memegang peranan penting dalam berbagai hal. Komputer merupakan salah satu bagian penting dalam peningkatan teknologi informasi. Kemempuan computer dalam mengingat dan menyimpan informasi dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung kepada hambatan-hambatan seperti yang dimiliki pada manusia, misalnya saja kondisi lapar, haus ataupun emosi. Dengan menyimpan informasi dan sehimpunan aturan penalaran yang memadai memungkinkan komputer memberikan kesimpulan atau mengambil keputusan yang kualitasnya sama dangan kemampuan seorang pakar bidang keilmuan tertentu. Salah satu cabang ilmu komputer yang dapat mendukung hal tersebut adalah sistem pakar.

Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana “mengadopsi” cara seorang pakar berpikir dan bernalar dalam menyelesaikan suatu permasalahnan, dan membuat suatu keputusan maupun mengambil kesimpulan dari sejumlah fakta yang ada. Dasar dari suatu sistem pakar adalah bagaimana mentansfer pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pakar ke dalam komputer, dan bagaimana membuat keputusan atau engambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan itu.

Sampai saat ini sudah ada beberapa hasil perkembangan sistem pakar dalam berbagai bidang sesuai dengan kepakaran seseorang misalnya bidang pendidikan, kedokteran maupun bidang yang menyangkut perbaikan peralatan elektronik khususnya televisi berwarna. Televisi berwarna merupakan salah satu peralatan elektronik yang sering mengalami gangguan atau kerusakan sehingga dengan mengandalkan kemajuan di bidang teknologi dan informasi tersebut, kiranya perlu adanya pembuatan sebuah “ Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Pada Televisi Berwarna ” dan memberikan bekal pengetahuan dan pembelajaran yang menyangkut kerusakan pada Televisi Berwarna dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran.

Pemilihan masalah menyangkut kerusakan-kerusakan pada televisi berwarna deijadikan sebagai sistem pakar adalah kenyataan bahwa kerusakan-kerusakan pada sebuah televisi berwarna sering kali menggangu pengguna televisi, sehingga perlu adanya solusi untuk menangani hal-hal kerusakan pada televisi berwarna tersebut melalui teknologi komputer yang didalamnya terdapat software yang dapat membantu memecahkan masalah kerusakan-kerusakan yang terjadi.

II.         Rumusan Masalah
Berikut ini rumusan masalah yang penulis temukan di lapangan :
-        Para pakar reparasi TV sebagian besar sudah berusia lanjut
-        Tidak adanya panduan resmi yang mereka gunakan untuk mereparasi TV
-        Untuk mendiagnosis kerusakan TV di butuhkan waktu yang lama

III.       Batasan Masalah
Agar tidak merembet ke luar dari permasalahan yang penulis bahas maka penulis memberikan batasan masalah sebagai berikut :
-        Sistem pakar ini hanya untuk diagnosis TV berwarna
-        Pembuatan sistem pakar untuk mendeteksi kerusakan pada televisi berwarna hanya menyangkut kerusakan-kerusakan yang umum terjadi pada televisi berwarna diantaranya kerusakan pada bagian gambar, suara, catu daya dan lain-lain.

IV.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang penulis lakukan adalah
-        Untuk memudahkan penulis dalam perumusan masalah
-        Memindahkan kepakaran seseorang kedalam sebuah program

V.        Manfaat
Manfaat dari pembuatan sistem pakar Diagnosis Kerusakan pada TV berwarna ini adalah :
-        Memudahkan para teknisi dalam mendiagnosis kerusakan TV berwarna

VI.      Dasar  Teori
-        Sistem Pakar
Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dibangun berdasarkan nasis pengetahuan dan aturan (bukan berdasarkan algoritma) dan mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik.

Orang yang terlibat dalam sistem pakar
1.       Pakar (Domain Expert). Adalah orang ahli yang memiliki pengetahuan khusus , pendapat, pengalaman dan metode, serta kemampuan untuk pengaplikasian keahlian tersebut guna menyelesaikan masalah. 
2.       Perekayasa Sistem (Knowladge Enginer), adalah orang yang membantu pakar menyusun area permaslahan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban-jawaban pakar atas pertanyaan yang diajukan, menggambarkan analogi, dan menerangkan kesulitan-kesulitan konseptual.
3.       Pemakai (User), adalah seseorang yang berkonsultasi dengan system untuk mendapatkan saran yang disediakan oleh system. Pemakai adalah orang-orang yang bukan pakar (Non-Expert) seperti pelajar, dan bias juga seorang pakar (Expert) yang ingin meningkatkan kemampuan kepakarannya.
4.       Pembangun system(System Enginer), adalah seseortang yang membauat anatarmuka pengguna, merancang bentuk basis pengetahuan secara deklaratif dan mengimplementasikan mesin inferensi.

Otak”  Sistem Pakar  adalah  mesin  inferensi,  yang  dikenal  juga  sebagai  struktur  kontrol  atau  penerjemah  aturan  (dalam  ES  berbasis-aturan).  Komponen  ini  sebenarnya  adalah  program  komputer  yang  menyediakan  metodologi  untuk  mempertimbangkan informasi dalam pengetahuan dan workplace,  dan merumuskan kesimpulan.

Mesin inferensi  adalah keahlian yang  dibutuhkan  disimpan  di  dalam  knowledge  base  (basis  pengetahuan), komputer diprogram sehingga dapat menghasilkan  solusi.   
Terdapat  dua  cara  (metode)  mekanisme  inferensi  dalam  sistem pakar berbasis aturan, yaitu:
1.       Runut maju (forward chaining)   Runut maju adalah aturan-aturan diuji satu demi satu dalam  urutan tertentu (data driven).
2.       Runut mundur ( backward chaining)  Runut mundur adalah penalaran dimulai dari kesimpulan dan  akan dibuktikan kebenarannya(goal driven).   

Kedua  cara  di  atas  dipengaruhi  oleh  macam  penelusuran  yang terdiri dari 3 macam/ teknik penelusuran
·         Depth  first  search,  teknik  penelusuran  dari  node  ke  node  bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan. 
·         Breadth  first  search,  teknik  penelusuran  pada  semua  node  dalam satu level sebelum berpindah ke level di bawahnya. 
·         Best  first  search,  kombinasi  antara  depth  first  search  dan  breadth first search.  
-        Objek Penelitian
Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi kalau Sudah Copas Jangan Lupa Sebarkan 

0 Response to "Sistem Pakar Diagnosis Kematian Televisi Berwarna"

Post a Comment