|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S41
|
S42
|
S43
|
S44
|
|
Kerusakan
|
Potensiometer
|
Kapasitor di kolektor transistor penguat horizontal, FBT, yoke
|
-
|
catu osilator vertikal di IC utama
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar penuh
g. rolling tidak horizontal
h. blanking
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar penuh
g. rolling tidak horizontal
h. tidak blanking
i. transistor putus terus
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar penuh
h. rolling tidak horizontal
h. tidak blanking
i. normal
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar horizontal
|
|
Solusi
|
Setelan screen nya (G2 adjustment) terlalu tinggi. Jika direndahkan
beberapa saat, kemudian blanking lagi, berarti potensiometernya yang
disatukan dengan FBT rusak, dapat dimodifikasi atau ganti FBT langsung. Jika
tegangan G2 normal, periksa elco pada catu 180 V dc untuk RGB.
|
Kapasitor di kolektor transistor penguat horizontal, FBT, yoke. Jika
keadaan ini terjadi, gantilah transistor penguat horizontal dengan transistor
yang mempunyai arus besar dengan harapan saat menguji tidak langsung rusak
dan masih sempat melakukan pengukuran guna memastikan komponen yang rusak.
|
Kerusakan bukan pada bagian horizontal, periksa kemungkinan kerusakan
pada bagian lain.
|
Bagian yang rusak dapat pada catu osilator vertikal di IC utama,
osilator vertikal pada IC utama, catu IC penguat vertikal, dan IC penguat
vertikal
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S45
|
S46
|
S47
|
S48
|
|
Kerusakan
|
Catu IC penguat vertikal
|
Kapasitor tapis pada penguat vertikal
|
Penguat vertikal
|
Sinkronisasi vertikal
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. layar menyempit keatas
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. tidak menyempit
g. layar menyempit bawah
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. tidak menyempit
g. tidak menyempit
h. layar menyempit bawah dan atas
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. tidak menyempit
g. tidak menyempit
h. tidak menyempit
i. rolling vertical
|
|
Solusi
|
Catu IC penguat vertikal
|
Kapasitor tapis pada penguat vertikal (biasanya elco 100 microfarad -
330 microfarad).
|
Penguat vertikal (tapi bukan IC vertikal) mendapatkan adjustment
vertikal atau pengatur penguatan vertikal, bisa juga elco kapasitor.
|
Sinkronisasi vertikal (yang sering rusak resistor dari IC utama pin
sinkronisasi input atau output).
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S49
|
S50
|
S51
|
S52
|
|
Kerusakan
|
-
|
Potensioner untuk fokus pada FBT
|
Tegangan yang dikeluarkan FBT untuk screen
|
Catu 180 V dc bersumber dari FBT
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. tidak menyempit
g. tidak menyempit
h. tidak menyempit
i. tidak rolling vertical
|
a. tv tidak focus
|
a. tv focus
b. cahaya gelap
|
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang tidak bisa dikontrol
|
|
Solusi
|
Kerusakan bukan pada bagian vertikal, periksa kemungkinan kerusakan
pada bagian lain.
|
Jika gambar pada televisi tidak fokus (terlihat snow atau bintik
lebah yang besar-besar), mengaturnya dapat dengan memutar potensioner untuk
fokus pada FBT. Jika tetap tidak ada perubahan, yang rusak adalah soket fokus
(lingkaran merah putus-putus). Gejalanya dapat dilihat pada kawat konduktor:
pada pin fokus ada korosi warna hijau. Dengan demikian, dapat dipastikan
bahwa soket fokus rusak sehingga tegangan yang dikirim FBT hilang karena
pengarbonan (terjadi hambatan akibat kotoran korosi).
|
Terang gelapnya cahaya pada layar sangat bergantung pada tegangan
yang dikeluarkan FBT untuk screen. Jika tegangan pada screen di bawah 100 V
dc, layar akan gelap. Pada screen, biasanya dipasang sebuah resistor dan
kapasitor (garis persegi merah putus-putus). Jika kapasitor ini short,
tegangan pada screen akan turun dan dapat mengakibatkan layar gelap walaupun
potensiometer pada FBT diputar (adjust) maksimum.
|
Catu 180 V dc digunakan sebagai penguat video yang terangkum dalam
sinyal RGB (Red, Green, Blue). Catu 180 V dc bersumber dari FBT (tegangan
output) melalui sebuah resistor fuse dan sebuah diode penyearah tegangan
serta ditapis oleh sebuah kapasitor elektrolit dengan kapasitas sekira 22 mf/250
V. Nilai tegangan 180 V dc inilah yang dimanfaatkan untuk catu RGB. jika
salah satu dari tiga komponen tersebut rusak (resistor fuse, diode, dan
kapasitor elektrolit), gambar menjadi bergaris-garis buku (kecerahannya tidak
dapat dikontrol). Hal ini terjadi karena catu untuk RGB tidak mencukupi.
Umumnya, komponen yang sangat rentan terhadap kerusakan pada catu RGB 180 V
dc adalah kapasitor elektrolit tersebut.
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S53
|
S54
|
S55
|
S56
|
|
Kerusakan
|
Heater pada CRT
|
IC utama pin 19 (2,2 V dc), resistor 902 (100 Ohm), transistor V 902
(C 2688)
|
IC utama pin 20 (2,2 V dc), resistor 912 (100 Ohm), transistor V 912
(C 2688)
|
IC utama pin 21 (2,2 V dc), resistor 922 (100 Ohm), transistor V 922
(C 2688)
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater tidak berfungsi
|
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. ada gangguan pada RGB
f. ada gangguan pada warna merah
|
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. ada gangguan pada RGB
f. tidak ada gangguan pada warna merah
g. ada gangguan pada warna hijau
|
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. ada gangguan pada RGB
f. tidak ada gangguan pada warna merah
g. tidak ada gangguan pada warna hijau
h. ada gangguan pada warna biru
|
|
Solusi
|
Untuk keadaan normal, kerusakan heater pada CRT jarang terjadi. Yang
sering mengalami kerusakan adalah solderan yang berhubungan dengan heater dan
resistor yang dipasang pada heater. Namun, apabila terjadi masalah pada
heater, akibatnya sangat fatal, layar televisi akan gelap.
|
Gangguan sinyal merah (R) dari skema di samping dapat ditelusuri dari
IC utama pin 19 (2,2 V dc), resistor 902 (100 Ohm), transistor V 902 (C
2688). Outputnya melalui konektor dengan sebuah resistor 908 (2,7 k Ohm) dan
resistor beban untuk catu (12 k Ohm/3 watt) Jika terjadi masalah dengan
sinyal merah, hanya komponen-komponen tersebutlah yang diperiksa kondisinya.
|
Gangguan sinyal hijau (G) dari skema dapat ditelusuri dari IC utama
pin 20 (2,2 V dc), resistor 912 (100 Ohm), transistor V 912 (C 2688).
Outputnya melalui kolektor dengan sebuah resistor 918 (2,7 k Ohm) dan
resistor beban 917 untuk catu (12 k Ohm / 3 watt).
|
Gangguan sinyal biru (B) dapat ditelusuri dari IC utama pin 21 (2,2 V
dc), resistor 922 (100 Ohm), transistor V 922 (C 2688). Outputnya melalui
kolektor dengan sebuah resistor 928 (2,7 k Ohm) dan resistor beban 927 untuk
catu (12 k Ohm/3 watt).
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S57
|
S58
|
S59
|
|
|
Kerusakan
|
Output RGB pada IC utama
|
CRT
|
-
|
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. ada gangguan pada RGB
f. tidak ada gangguan pada warna merah
g. tidak ada gangguan pada warna hijau
h. tidak ada gangguan pada warna biru
|
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. tidak ada gangguan pada RGB
f. CRT sudah tua
|
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. tidak ada gangguan pada RGB
f. CRT masih muda
|
|
|
Solusi
|
Menulusuri sinyal yang bermasalah dimulai dari output RGB pada IC
utama: dapat dilihat dari gambar input CRT. Tegangan RGB pada input CRT dalam
keadaan normal sekira 115 V dc. Jika tegangan RGB lebih dari 115 V dc atau
mendekati nilai tegangan catu RGB (180 V dc), layar akan gelap. Ini berarti,
transistor penguat RGB tidak bekerja karena sinyal input pada setiap kaki
basisnya tidak ada.
|
Dalam mengganti CRT, yang sangat perlu diperhatikan adalah ukuran CRT
pengganti harus benar-benar sama agar ketika dipasang mendapatkan hasil yang
memuaskan. Ukuran CRT yang dimaksud adalah ukuran diagonal layar, ukuran
diameter leher layar, dan letak kaki (heater, fokus, G2 dan pin RGB). Khusus
untuk letak kaki, bisa saja dimodifikasi, tentunya dngan sangat hati-hati
agar tidak terjadi kekeliruan, seperti kaki heater tertukar dengan kaki catu
RGB. Hal ini akan langsung merusak lensa atau kaki fokus tertukar dengan G2.
Jika ukuran leher CRT tidak sama, yoke dan purity magnet pada CRT pengganti
harus dibawa serta.
|
Kerusakan bukan pada bagian CRT, periksa kemungkinan kerusakan pada
bagian lain.
|
|
0 Response to "Materi Lanjutan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Televis"
Post a Comment