"b8f984a1" Materi Lanjutan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Televis | LeaderCahyono

Materi Lanjutan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Televis

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S41
S42
S43
S44
Kerusakan
Potensiometer
Kapasitor di kolektor transistor penguat horizontal, FBT, yoke
-
catu osilator vertikal di IC utama
Gejala Kerusakan
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar penuh
g. rolling tidak horizontal
h. blanking
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar penuh
g. rolling tidak horizontal
h. tidak blanking
i. transistor putus terus
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar penuh
h. rolling tidak horizontal
h. tidak blanking
i. normal
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar horizontal
Solusi
Setelan screen nya (G2 adjustment) terlalu tinggi. Jika direndahkan beberapa saat, kemudian blanking lagi, berarti potensiometernya yang disatukan dengan FBT rusak, dapat dimodifikasi atau ganti FBT langsung. Jika tegangan G2 normal, periksa elco pada catu 180 V dc untuk RGB.
Kapasitor di kolektor transistor penguat horizontal, FBT, yoke. Jika keadaan ini terjadi, gantilah transistor penguat horizontal dengan transistor yang mempunyai arus besar dengan harapan saat menguji tidak langsung rusak dan masih sempat melakukan pengukuran guna memastikan komponen yang rusak.
Kerusakan bukan pada bagian horizontal, periksa kemungkinan kerusakan pada bagian lain.
Bagian yang rusak dapat pada catu osilator vertikal di IC utama, osilator vertikal pada IC utama, catu IC penguat vertikal, dan IC penguat vertikal

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S45
S46
S47
S48
Kerusakan
Catu IC penguat vertikal
Kapasitor tapis pada penguat vertikal
Penguat vertikal
Sinkronisasi vertikal
Gejala Kerusakan
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. layar menyempit keatas
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. tidak menyempit
g. layar menyempit bawah
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. tidak menyempit
g. tidak menyempit
h. layar menyempit bawah dan atas
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. tidak menyempit
g. tidak menyempit
h. tidak menyempit
i. rolling vertical
Solusi
Catu IC penguat vertikal
Kapasitor tapis pada penguat vertikal (biasanya elco 100 microfarad - 330 microfarad).
Penguat vertikal (tapi bukan IC vertikal) mendapatkan adjustment vertikal atau pengatur penguatan vertikal, bisa juga elco kapasitor.
Sinkronisasi vertikal (yang sering rusak resistor dari IC utama pin sinkronisasi input atau output).

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S49
S50
S51
S52
Kerusakan
-
Potensioner untuk fokus pada FBT
Tegangan yang dikeluarkan FBT untuk screen
Catu 180 V dc bersumber dari FBT
Gejala Kerusakan
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang horizontal
e. layar tidak horizontal
f. tidak menyempit
g. tidak menyempit
h. tidak menyempit
i. tidak rolling vertical
a. tv tidak focus
a. tv focus
b. cahaya gelap
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang tidak bisa dikontrol
Solusi
Kerusakan bukan pada bagian vertikal, periksa kemungkinan kerusakan pada bagian lain.
Jika gambar pada televisi tidak fokus (terlihat snow atau bintik lebah yang besar-besar), mengaturnya dapat dengan memutar potensioner untuk fokus pada FBT. Jika tetap tidak ada perubahan, yang rusak adalah soket fokus (lingkaran merah putus-putus). Gejalanya dapat dilihat pada kawat konduktor: pada pin fokus ada korosi warna hijau. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa soket fokus rusak sehingga tegangan yang dikirim FBT hilang karena pengarbonan (terjadi hambatan akibat kotoran korosi).
Terang gelapnya cahaya pada layar sangat bergantung pada tegangan yang dikeluarkan FBT untuk screen. Jika tegangan pada screen di bawah 100 V dc, layar akan gelap. Pada screen, biasanya dipasang sebuah resistor dan kapasitor (garis persegi merah putus-putus). Jika kapasitor ini short, tegangan pada screen akan turun dan dapat mengakibatkan layar gelap walaupun potensiometer pada FBT diputar (adjust) maksimum.
Catu 180 V dc digunakan sebagai penguat video yang terangkum dalam sinyal RGB (Red, Green, Blue). Catu 180 V dc bersumber dari FBT (tegangan output) melalui sebuah resistor fuse dan sebuah diode penyearah tegangan serta ditapis oleh sebuah kapasitor elektrolit dengan kapasitas sekira 22 mf/250 V. Nilai tegangan 180 V dc inilah yang dimanfaatkan untuk catu RGB. jika salah satu dari tiga komponen tersebut rusak (resistor fuse, diode, dan kapasitor elektrolit), gambar menjadi bergaris-garis buku (kecerahannya tidak dapat dikontrol). Hal ini terjadi karena catu untuk RGB tidak mencukupi. Umumnya, komponen yang sangat rentan terhadap kerusakan pada catu RGB 180 V dc adalah kapasitor elektrolit tersebut.

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S53
S54
S55
S56
Kerusakan
Heater pada CRT
IC utama pin 19 (2,2 V dc), resistor 902 (100 Ohm), transistor V 902 (C 2688)
IC utama pin 20 (2,2 V dc), resistor 912 (100 Ohm), transistor V 912 (C 2688)
IC utama pin 21 (2,2 V dc), resistor 922 (100 Ohm), transistor V 922 (C 2688)
Gejala Kerusakan
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater tidak berfungsi
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. ada gangguan pada RGB
f. ada gangguan pada warna merah
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. ada gangguan pada RGB
f. tidak ada gangguan pada warna merah
g. ada gangguan pada warna hijau
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. ada gangguan pada RGB
f. tidak ada gangguan pada warna merah
g. tidak ada gangguan pada warna hijau
h. ada gangguan pada warna biru
Solusi
Untuk keadaan normal, kerusakan heater pada CRT jarang terjadi. Yang sering mengalami kerusakan adalah solderan yang berhubungan dengan heater dan resistor yang dipasang pada heater. Namun, apabila terjadi masalah pada heater, akibatnya sangat fatal, layar televisi akan gelap.
Gangguan sinyal merah (R) dari skema di samping dapat ditelusuri dari IC utama pin 19 (2,2 V dc), resistor 902 (100 Ohm), transistor V 902 (C 2688). Outputnya melalui konektor dengan sebuah resistor 908 (2,7 k Ohm) dan resistor beban untuk catu (12 k Ohm/3 watt) Jika terjadi masalah dengan sinyal merah, hanya komponen-komponen tersebutlah yang diperiksa kondisinya.
Gangguan sinyal hijau (G) dari skema dapat ditelusuri dari IC utama pin 20 (2,2 V dc), resistor 912 (100 Ohm), transistor V 912 (C 2688). Outputnya melalui kolektor dengan sebuah resistor 918 (2,7 k Ohm) dan resistor beban 917 untuk catu (12 k Ohm / 3 watt).
Gangguan sinyal biru (B) dapat ditelusuri dari IC utama pin 21 (2,2 V dc), resistor 922 (100 Ohm), transistor V 922 (C 2688). Outputnya melalui kolektor dengan sebuah resistor 928 (2,7 k Ohm) dan resistor beban 927 untuk catu (12 k Ohm/3 watt).

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S57
S58
S59

Kerusakan
Output RGB pada IC utama
CRT
-

Gejala Kerusakan
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. ada gangguan pada RGB
f. tidak ada gangguan pada warna merah
g. tidak ada gangguan pada warna hijau
h. tidak ada gangguan pada warna biru
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. tidak ada gangguan pada RGB
f. CRT sudah tua
a. tv focus
b. cahaya terang
c. terang bisa dikontrol
d. heater berfungsi
e. tidak ada gangguan pada RGB
f. CRT masih muda

Solusi
Menulusuri sinyal yang bermasalah dimulai dari output RGB pada IC utama: dapat dilihat dari gambar input CRT. Tegangan RGB pada input CRT dalam keadaan normal sekira 115 V dc. Jika tegangan RGB lebih dari 115 V dc atau mendekati nilai tegangan catu RGB (180 V dc), layar akan gelap. Ini berarti, transistor penguat RGB tidak bekerja karena sinyal input pada setiap kaki basisnya tidak ada.
Dalam mengganti CRT, yang sangat perlu diperhatikan adalah ukuran CRT pengganti harus benar-benar sama agar ketika dipasang mendapatkan hasil yang memuaskan. Ukuran CRT yang dimaksud adalah ukuran diagonal layar, ukuran diameter leher layar, dan letak kaki (heater, fokus, G2 dan pin RGB). Khusus untuk letak kaki, bisa saja dimodifikasi, tentunya dngan sangat hati-hati agar tidak terjadi kekeliruan, seperti kaki heater tertukar dengan kaki catu RGB. Hal ini akan langsung merusak lensa atau kaki fokus tertukar dengan G2. Jika ukuran leher CRT tidak sama, yoke dan purity magnet pada CRT pengganti harus dibawa serta.
Kerusakan bukan pada bagian CRT, periksa kemungkinan kerusakan pada bagian lain.


0 Response to "Materi Lanjutan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Televis"

Post a Comment