Kesuksesan Media Social Facebook
Mark Zuckerberg dan Facebook adalah sang pendiri facebook
Mulai dari anak - anak ABG ( anak baru gedhe ) , mahasiswa, pekerja kantoran, sampai para pengusaha level atas, kini semua seolah tidak bisa, lepas dari situs jejaring sosial Facebook ya situs jejaring sosial yang satu ini. memang sedang menguasai kendali pasar jejaring sosial global. Facebook juga banyak saingan yang tak kalah hebatnya. mulai dari situ friendster yang sempat menjadi andalan orang indonesia, Myscape yang sejak dulu hingga saat ini masih tetap menjadi pilihan para musisi dunia untuk mempromosikan diri yang menawarkan kapasitas. teman serta simpanan data yang unlimited. serta twitter juga sudah mulai mendunia karena sifatnya yang minimalis dan lebih primary.
Mark Zuckerberg dan Facebook adalah sang pendiri facebook
Mulai dari anak - anak ABG ( anak baru gedhe ) , mahasiswa, pekerja kantoran, sampai para pengusaha level atas, kini semua seolah tidak bisa, lepas dari situs jejaring sosial Facebook ya situs jejaring sosial yang satu ini. memang sedang menguasai kendali pasar jejaring sosial global. Facebook juga banyak saingan yang tak kalah hebatnya. mulai dari situ friendster yang sempat menjadi andalan orang indonesia, Myscape yang sejak dulu hingga saat ini masih tetap menjadi pilihan para musisi dunia untuk mempromosikan diri yang menawarkan kapasitas. teman serta simpanan data yang unlimited. serta twitter juga sudah mulai mendunia karena sifatnya yang minimalis dan lebih primary.
Namun demikian perkembangan perkembangan yang terjadi tidak
lalu membuat si pembuat Facebook takut jatuh miskin atau sebagainya. Mark
Elliot Zunckerbeg, pemuda jenius asal new york ini, tahu betul jika Facebook
punya pangsa pasar sendiri . lagi pula para investor juga terus menananmkan
sahamnya ke perusahaannya dengan jumlah yang sangat fantastik. Sungguh dia
adalah anak muda yang sangat beruntung.
Mark bukan anak muda dari latar belakang pengalaman dibidang
komputer yang memadai. Ia tidak dapat mendapatkan popularitas itu dengan begitu
saja ada usaha dan perjuangan yang harus ditempuh. Sejak kecil dia sudah akrab
dengan komputer . Pertama kai ia memiliki komputer yang dibelikan oleh ayahnya
yang berprofesi sebagai dokter gigi . Anak kedua dari empat bersaudara ini jauh
lebih tertarik dan seolah meliat prospek cerah dengan menjadi seorang ahli
komputer ketimbang mengikuti jejak orangtuanya. Dan telah terbukti bahwa
perkiraannya itu benar.
Baginya dan membuat program – program komputer dan
mencobanya adalah sebuah pengalaman yang mengasyikan . Ia senang membuat
berbagai program atau trik trik unik untuk menutupi kekurangan dari berbagai
software komputer yang sedang beredar dipasaran. Salah satunya adalah ketika
dia bersama kawannya , D. Angelo , mencoba membuat plugin untuk winamp, program
yang sudah lazim kita gunakan saat ini. Saat itu dia masih duduk menjadi
mahasiswa di Philiphine Exeter Academy. Kerja keras pu mereka pun mendapatkan
hasilnya. Mereka menawarkan program tersebut kepada dua perusahaan komputer
raksasa di AS yaitu american online dan microsoft . Setelah ia menekuni
pekerjaan dibidang komputer lebih lanjut akhirnya mark bertemu dengan dwwi
keberuntungannya . Ia berhasil masuk sebagai pegawai kedua diperusahaan
terbesar itu mengerjakan sebuah proyek yang lebih besar.
Keberuntungan dan kera keras mark kembali teruji ketika ia
memasuki Harvard .Di Universitas inilah dia menemukan ide untuk membuat sebuah
buku direktori mahasiswa yang sifatnya on line. Face book merupakan buku identitas mahasiswa yang sayangnya. Tidak
dibagikan padahal menurutnya buku itu sangat penting untuk menjalin hubungan
pertemanan. Setiap kaii mark menawarkan untuk mengerjakan direktori tersebut ,
pihak harvard selalu menolak dengan alasan bahwa proyek itu sama sekali tidak
penting.Meskipun demikian dia tidak patah arang.
Mark lalu membuat proyek bernama course match yang
memungkinkan teman teman sekelasnya saling berkomunikasi satu sama lain melalui
situs tersebut. Ditahun kedua kuliahnya , ia mengambil data mahasiswa dan
memasukkannya kedalam website buatannya, Facemash, sebuah foto rekannya
terpampang disitus. Dalam tempo beberapa jam saja. Situs itu tercatat telah
dikunjungi sebanyak 450 orang. Hal ini kemudian diketahui oleh pihak kampus yang
langsung memutus saluran internet Universitas dan Mark diperkarakan karena telah melakukan pencurian
data . Meski telah mengakui dirinya besalah. Mark tetap berambisi mewujudkan
keinginannya
0 Response to "Gali Semangat Dari Kisah - Kisah Dahsyat"
Post a Comment