"b8f984a1" Materi Lanjutan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan TV | LeaderCahyono

Materi Lanjutan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan TV

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S25
S26
S27
S28
Kerusakan
AFT atau voltage tuning yang tidak stabil
-
Posisi antenna
Pada tuner
Gejala Kerusakan
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar ada
d. gambar  bersih
e. gambar cacat
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. Gambar ada
d. Gambar  bersih
e. Gambar tidak cacat
f. Suara ada
g. Suara bersih
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar ada
d. gambar  bersih
e. gambar tidak cacat
f. tidak ada suara
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar ada
d. gambar kabur
e. suara tidak ada
Solusi
Jika sinyal gambar yang diterima mula-mula baik (suara dan gambar bersih), pelan-pelan berubah, dan lama kelamaan gambar jadi hilang, kerusakan seperti ini terjadi akibat AFT atau voltage tuning yang tidak stabil. Untuk jenis televisi yang menggunakan AFT tank (spoel aft yang dapat di trimer), jika AFT tank-nya sudah diputar-putar, dapat menimbulkan kerusakan seperti ini. Ciri-ciri kerusakan seperti ini adalah ketika dilakukan pencarian (search), sinyal yang diterima tidak mau disimpan.
Kerusakan bukan pada bagian tuner, periksa kemungkinan kerusakan pada bagian lain.
Putar posisi antena, ubah posisi sampai suara ada, jika masih tidak ada, cek volume dan pastikan tombol mute tidak di mute. Jika masih tidak ada, cek channel yang lain. Jika masih tidak ada suara, masalah bukan pada bagian tunner, periksa kemungkinan kerusakan bagian lain.
Jika tegangannya 0 V dc (tidak ada sama sekali), gambar dan suara tidak ada. Jika tegangannya berubah-ubah (cat: bukan pada saat search), hal itu mengakibatkan gambarnya berlari-lari (sinyal berubah-ubah). Jika tegangan sumbernya tidak sampai 33 V dc, sebagian saluran tidak didapatkan (seharusnya di dapat 15 channel, ternyata hanya 5 channel). Pada tuner, umumnya yang selalu bermasalah adalah sekitar bagian VT ini. Untuk yang lainnya, sangat jarang.

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S29
S30
S31
S32
Kerusakan
Tegangan catu daya pada tuner
Komponen pendukung pada bagian suara di IC utama
Kerusakan ada pada IC penguat suara
Kerusakan pada IC program
Gejala Kerusakan
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar tidak ada
d. tidak ada suara
a. suara terdengar
b. suara tidak bersih
a. suara tidak terdengar
b. tidak bersuara sama sekali
a. suara tidak terdengar
b. bersuara tidak jelas
c. suara kecil
Solusi
Jika tegangan catu daya pada tuner tidak ada (0 V dc), sudah dipastikan gambar dan suara pada televisi tidak ada. Tegangan kurang mengakibatkan gambar buram. Tegangan berubah-ubah dapat mengakibatkan sinyal beubah-ubah. Kerusakan pada AGC dapat mengakibatkan gambar tidak mau bersih (banyak lebahnya), tapi kerusakan AGC sangat jarang terjadi pada tuner. Biasanya setelan AGC (AGC adjustment) kurang pas
Jika suara tidak bersih, sedangkan volumenya bisa dibesarkan dan dikecilkan, kerusakan terjadi pada komponen pendukung pada bagian suara di IC utama. Hal ini juga dapat terjadi karena antena kurang tepat. Namun, bisa juga pengaturan sistem suara bukan pada sistem PAL/BG. Pengaturan ini dapat dilakukan di remote control. Setelah pengetahuan di remote control dan antena sesuai, tapi suara tetap tidak bersih, dapat dilakukan pengukuran komponen yang berhubungan dengan bagian suara pada IC utama.
Jika suara tidak ada sama sekali, kemungkinan kerusakan ada pada IC penguat suara. Sangat perlu diperhatikan apakah kontrol mute dalam posisi off dan apakah speaker baik. Cara memastikan apakah IC penguat suara rusak adalah dengan melepaskan R618, kemudian sentuh (lebih baik menggunakan sinyal injektor atau dapat diambil sinyal dari tape atau VCD) pada kaki C610 atau kaki IC penguat suara secara keseluruhan (khusus jika disentuh tangan). Jika terdengar suara nada pada speaker, berarti IC penguat suara dalam kondisi baik (bekerja). Dapat juga dipastikan dengan menghubungkan R618 ke amplifier. Jika tidak ada suara, berarti yang rusak IC penguat suara. Jika ada suara, berarti yang rusak adalah rangkaian di belakangnya. Khusus untuk kerusakan yang disebabkan ident pada IC program, biasanya kerusakan yang diakibatkan oleh sambaran petir ini ditandai dengan terkelupasnya jalur pada PCB. Komponen yang selalu rusak adalah kapasitor dengan kapasitas sangat kecil atau transistor yang berhubungan dengan pin ident pada IC program. Mencari kerusakan seperti ini sangat diperlukan ketelitian. Tegangan catu kurang (tidak stabil) dapat juga menyebabkan kerusakan seperti ini.
Jika suara tidak mau dibesarkan atau dikecilkan, kerusakan terjadi pada IC program. Kerusakan dapat terjadi pada IC prorgram itu sendiri, dapat juga pada komponen pendukungnya, terutama resistor. Dari skema rangkaian di atas, kontrol volume pada IC program terletak pada pin 30; dipasang sebuah resistor R770 dengan hambatan sebesar 100 Ohm. Jika jalur ini ditelusuri, masih banyak ditemukan komponen pendukung, seperti transistor dan diode yang juga dapat mempengaruhi fungsi volume kontrol.

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S33
S34
S35
S36
Kerusakan
-
-
Bagian Horizontal
Heater pada CRT
Gejala Kerusakan
a. suara tidak terdengar
b. bersuara tidak jelas
c. suara tidak kecil
a. suara terdengar
b. suara bersih
c. suara tidak kecil
a. tv mati
a. tv hidup
b. tidak ada cahaya
Solusi
Seharusnya suara bisa terdengar sebagaimana mestinya.
Suara tidak ada masalah sama sekali. suara terdegar sebagaimana mestinya
Catu V cc H pada IC utama, H-out dari IC utama, transistor H-driver, Catu H-driver, HDT (horizontal driver transformator), transistor penguat horizontal dan FBT (fly back transformator). Horizontal dan FBT (Fly Back Transformator). Mengatasi kerusakan dengan cara mengukur tegangan dan komponen yang berhubungan dengan bagian-bagian tersebut.
Heater pada CRT, tegangan catu 6 V ac, tegangan screen (G2) ada dan dapat dinaikan atau diturunkan. Ini berarti bagian horizontal bekerja dengan baik. Kemungkinan kerusakan pada R 6,8 Ohm dari FBT ke pin heater CRT. Heater pada CRT dapat dipastikan baik atau rusak dengan menggunakan multitester x 1 Ohm terukur kira-kira 1-4 Ohm pin H1 dan H2


Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S37
S38
S39
S40
Kerusakan
yoke bagian horizontal
Komponen yang berhubungan dengan yoke horizontal
Tegangan catu untuk FBT
horizontal pada IC utama hingga ke FBT
Gejala Kerusakan
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. layar oval/trapesium
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. layar tidak oval/trapesium
d. melintang vertikal
e. layar vertikal
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar tidak penuh
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar penuh
g. rolling horizontal
Solusi
Kemungkinan yang rusak adalah yoke bagian horizontal (sebelah dalam yang menyentuh badan CRT). Rusaknya biasanya terbakar. Jika tidak parah, kawat email yang telah terbakar dapat dipisahkan dan diisolasi, kemudian dipasang lagi. Jika sangat parah, ganti saja.
Komponen yang berhubungan dengan yoke horizontal ditandai dengan kabel warna merah dan biru yang sering rusak, kapasitor dengan kapasitas (0.05-0.1) mf.
Tegangan catu untuk FBT tidak cukup, kapasitor di kolektor transistor penguat horizontal berubah nilai, bisa juga kapasitor yang berhubungan dengan yoke horizontal (jika bekas, yoke diganti. Namun, bawaan (original) jarang sekali).
Sinkronisasi horizontal pada IC utama hingga ke FBT, komponen yang sering rusak, resistor dari IC utama ke FBT, tapi dapat juga IC utamanya. Namun, kemungkinannya sangat kecil.

0 Response to "Materi Lanjutan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan TV"

Post a Comment