|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S25
|
S26
|
S27
|
S28
|
|
Kerusakan
|
AFT atau voltage tuning yang tidak stabil
|
-
|
Posisi antenna
|
Pada tuner
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar ada
d. gambar bersih
e. gambar cacat
|
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. Gambar ada
d. Gambar bersih
e. Gambar tidak cacat
f. Suara ada
g. Suara bersih
|
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar ada
d. gambar bersih
e. gambar tidak cacat
f. tidak ada suara
|
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar ada
d. gambar kabur
e. suara tidak ada
|
|
Solusi
|
Jika sinyal gambar yang diterima mula-mula baik (suara dan gambar
bersih), pelan-pelan berubah, dan lama kelamaan gambar jadi hilang, kerusakan
seperti ini terjadi akibat AFT atau voltage tuning yang tidak stabil. Untuk
jenis televisi yang menggunakan AFT tank (spoel aft yang dapat di trimer),
jika AFT tank-nya sudah diputar-putar, dapat menimbulkan kerusakan seperti
ini. Ciri-ciri kerusakan seperti ini adalah ketika dilakukan pencarian
(search), sinyal yang diterima tidak mau disimpan.
|
Kerusakan bukan pada bagian tuner, periksa kemungkinan kerusakan pada
bagian lain.
|
Putar posisi antena, ubah posisi sampai suara ada, jika masih tidak
ada, cek volume dan pastikan tombol mute tidak di mute. Jika masih tidak ada,
cek channel yang lain. Jika masih tidak ada suara, masalah bukan pada bagian
tunner, periksa kemungkinan kerusakan bagian lain.
|
Jika tegangannya 0 V dc (tidak ada sama sekali), gambar dan suara
tidak ada. Jika tegangannya berubah-ubah (cat: bukan pada saat search), hal
itu mengakibatkan gambarnya berlari-lari (sinyal berubah-ubah). Jika tegangan
sumbernya tidak sampai 33 V dc, sebagian saluran tidak didapatkan (seharusnya
di dapat 15 channel, ternyata hanya 5 channel). Pada tuner, umumnya yang
selalu bermasalah adalah sekitar bagian VT ini. Untuk yang lainnya, sangat
jarang.
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S29
|
S30
|
S31
|
S32
|
|
Kerusakan
|
Tegangan catu daya pada tuner
|
Komponen pendukung pada bagian suara di IC utama
|
Kerusakan ada pada IC penguat suara
|
Kerusakan pada IC program
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar tidak ada
d. tidak ada suara
|
a. suara terdengar
b. suara tidak bersih
|
a. suara tidak terdengar
b. tidak bersuara sama sekali
|
a. suara tidak terdengar
b. bersuara tidak jelas
c. suara kecil
|
|
Solusi
|
Jika tegangan catu daya pada tuner tidak ada (0 V dc), sudah
dipastikan gambar dan suara pada televisi tidak ada. Tegangan kurang
mengakibatkan gambar buram. Tegangan berubah-ubah dapat mengakibatkan sinyal
beubah-ubah. Kerusakan pada AGC dapat mengakibatkan gambar tidak mau bersih
(banyak lebahnya), tapi kerusakan AGC sangat jarang terjadi pada tuner.
Biasanya setelan AGC (AGC adjustment) kurang pas
|
Jika suara tidak bersih, sedangkan volumenya bisa dibesarkan dan
dikecilkan, kerusakan terjadi pada komponen pendukung pada bagian suara di IC
utama. Hal ini juga dapat terjadi karena antena kurang tepat. Namun, bisa
juga pengaturan sistem suara bukan pada sistem PAL/BG. Pengaturan ini dapat
dilakukan di remote control. Setelah pengetahuan di remote control dan antena
sesuai, tapi suara tetap tidak bersih, dapat dilakukan pengukuran komponen
yang berhubungan dengan bagian suara pada IC utama.
|
Jika suara tidak ada sama sekali, kemungkinan kerusakan ada pada IC
penguat suara. Sangat perlu diperhatikan apakah kontrol mute dalam posisi off
dan apakah speaker baik. Cara memastikan apakah IC penguat suara rusak adalah
dengan melepaskan R618, kemudian sentuh (lebih baik menggunakan sinyal
injektor atau dapat diambil sinyal dari tape atau VCD) pada kaki C610 atau
kaki IC penguat suara secara keseluruhan (khusus jika disentuh tangan). Jika
terdengar suara nada pada speaker, berarti IC penguat suara dalam kondisi
baik (bekerja). Dapat juga dipastikan dengan menghubungkan R618 ke amplifier.
Jika tidak ada suara, berarti yang rusak IC penguat suara. Jika ada suara,
berarti yang rusak adalah rangkaian di belakangnya. Khusus untuk kerusakan
yang disebabkan ident pada IC program, biasanya kerusakan yang diakibatkan
oleh sambaran petir ini ditandai dengan terkelupasnya jalur pada PCB.
Komponen yang selalu rusak adalah kapasitor dengan kapasitas sangat kecil
atau transistor yang berhubungan dengan pin ident pada IC program. Mencari
kerusakan seperti ini sangat diperlukan ketelitian. Tegangan catu kurang
(tidak stabil) dapat juga menyebabkan kerusakan seperti ini.
|
Jika suara tidak mau dibesarkan atau dikecilkan, kerusakan terjadi
pada IC program. Kerusakan dapat terjadi pada IC prorgram itu sendiri, dapat
juga pada komponen pendukungnya, terutama resistor. Dari skema rangkaian di
atas, kontrol volume pada IC program terletak pada pin 30; dipasang sebuah
resistor R770 dengan hambatan sebesar 100 Ohm. Jika jalur ini ditelusuri,
masih banyak ditemukan komponen pendukung, seperti transistor dan diode yang
juga dapat mempengaruhi fungsi volume kontrol.
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S33
|
S34
|
S35
|
S36
|
|
Kerusakan
|
-
|
-
|
Bagian Horizontal
|
Heater pada CRT
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. suara tidak terdengar
b. bersuara tidak jelas
c. suara tidak kecil
|
a. suara terdengar
b. suara bersih
c. suara tidak kecil
|
a. tv mati
|
a. tv hidup
b. tidak ada cahaya
|
|
Solusi
|
Seharusnya suara bisa terdengar sebagaimana mestinya.
|
Suara tidak ada masalah sama sekali. suara terdegar sebagaimana
mestinya
|
Catu V cc H pada IC utama, H-out dari IC utama, transistor H-driver,
Catu H-driver, HDT (horizontal driver transformator), transistor penguat
horizontal dan FBT (fly back transformator). Horizontal dan FBT (Fly Back
Transformator). Mengatasi kerusakan dengan cara mengukur tegangan dan
komponen yang berhubungan dengan bagian-bagian tersebut.
|
Heater pada CRT, tegangan catu 6 V ac, tegangan screen (G2) ada dan
dapat dinaikan atau diturunkan. Ini berarti bagian horizontal bekerja dengan
baik. Kemungkinan kerusakan pada R 6,8 Ohm dari FBT ke pin heater CRT. Heater
pada CRT dapat dipastikan baik atau rusak dengan menggunakan multitester x 1
Ohm terukur kira-kira 1-4 Ohm pin H1 dan H2
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S37
|
S38
|
S39
|
S40
|
|
Kerusakan
|
yoke bagian horizontal
|
Komponen yang berhubungan dengan yoke horizontal
|
Tegangan catu untuk FBT
|
horizontal pada IC utama hingga ke FBT
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. layar oval/trapesium
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. layar tidak oval/trapesium
d. melintang vertikal
e. layar vertikal
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar tidak penuh
|
a. tv hidup
b. cahaya nyala
c. tidak oval/trapesium
d. melintang verticla
e. layar tidak vertikal
f. layar penuh
g. rolling horizontal
|
|
Solusi
|
Kemungkinan yang rusak adalah yoke bagian horizontal (sebelah dalam
yang menyentuh badan CRT). Rusaknya biasanya terbakar. Jika tidak parah,
kawat email yang telah terbakar dapat dipisahkan dan diisolasi, kemudian
dipasang lagi. Jika sangat parah, ganti saja.
|
Komponen yang berhubungan dengan yoke horizontal ditandai dengan
kabel warna merah dan biru yang sering rusak, kapasitor dengan kapasitas
(0.05-0.1) mf.
|
Tegangan catu untuk FBT tidak cukup, kapasitor di kolektor transistor
penguat horizontal berubah nilai, bisa juga kapasitor yang berhubungan dengan
yoke horizontal (jika bekas, yoke diganti. Namun, bawaan (original) jarang
sekali).
|
Sinkronisasi horizontal pada IC utama hingga ke FBT, komponen yang
sering rusak, resistor dari IC utama ke FBT, tapi dapat juga IC utamanya.
Namun, kemungkinannya sangat kecil.
|
0 Response to "Materi Lanjutan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan TV"
Post a Comment