|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S13
|
S14
|
S15
|
S16
|
|
Kerusakan
|
Kerusakan pada OSD (On Screen Display)
|
Kerusakan pada IC utama
|
Kerusakan pada IC utama
|
Rangkaian IC program pin ident
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tidak tampil
|
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tampil
e. suara terdengar
f. tidak ada warna
|
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tampil
e. suara tidak terdengar
f. warna ada
|
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tampil
e. suara tidak terdengar
f. tidak ada warna
|
|
Solusi
|
Kerusakan pada OSD (On Screen Display).
Periksa kerusakan pada OSD ini dimulai pada pin V-Sync (Vertikal
Sinkronisasi) dan H-Sync (Horizontal Sinkronisasi) pada IC program. Pin ini
biasanya berdekatan. Umpamanya, V-Sync pin 26 berarti H-Sync-nya pin 27.
V-Sync jika ditelusuri akan terhubung ke arah IC Penguat Vertikal, sementara
H-Sync jika ditelusuri akan terhubung ke arah FBT.
|
Kerusakan seperti ini dapat terjadi pada IC utama, tapi umumnya
terjadi pada rangkaian pendukungnya, seperti pada kontrol warna dari IC
program, crystal warna, dan komponen lain sekitar bagian warna.
Kerusakan pada bagian kontrol warna dapat ditelusuri dari IC program
pin color control. Caranya dengan mengukur tegangan dari IC program yang sampai
ke IC utama pin color control input. Tegangan ini bergerak (dapat) diatur
sesuai dengan tegangan yang dikeluarkan oleh IC program atau dapat langsung
dihubungkan dengan tegangan catu RGB dengan sebuah resistor untuk membuktikan
apakah yang rusak pada bagian kontrol atau pada bagian warna IC utama.
|
Kerusakan seperti ini juga dapat terjadi pada IC utama, tapi umumnya
terjadi pada rangkain pendukungnya, seperti pada kontrol volume, mute dari IC
program, serta komponen lain sekitar bagian suara dan penguat suara.
Kerusakan pada bagian kontrol volume dan mute dapat ditelusuri dari
IC program pin volume kontrol. Caranya dengan mengukur tegangan dari IC
program yang sampai ke IC utama pin volume control input. Tegangan ini
berubah jika pengaturan volume ditambah atau diturunkan, dapat dilihat dengan
mengamati pergerakan jarum penunjuk alat ukur sesuai dengan tegangan yang
dikeluarkan oleh IC program.
Untuk membuktikan apakah yang rusak pada bagian kontrol atau pada
bagian warna IC Utama, dapat langsung dihubungkan dengan tegangan catu bagian
volume (5 V dc) ke pin volume kontrol Utama dengan sebuah resistor. Dengan
demikian, diharapkan tegangan kontrol dalam keadaan maksimal (volume suara
maksimal).
|
Kerusakan seperti ini sering terjadi pada televisi yang terkena petir
(ada sebagian jenis televisi yang power-supply-nya rusak). Kerusakan seperti
ini dapat berasal dari rangkaian IC program pin ident, dapat juga dari IC
Utama, sekitar AFT atau pada bagian sinkronisasi.
Kerusakan seperti iniagak sulit dilacak karena yang rusak adalah
komponen kecil, seperti resistor atau kapasitor yang berubah nilai. Jadi,
umumnya kerusakan seperti ini bukan pada IC program atau pada IC Utama,
melainkan pada komponen pendukung pada bagian yang rusak.
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S17
|
S18
|
S19
|
S20
|
|
Kerusakan
|
IC utama atau pada rangkaian sebelumnya (input)
|
Bukan pada blok IC program/utama
|
-
|
-
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tidak tampil
e. suara terdengar
|
a. TV mati
b. Steker terpasang dengan benar
c. tombol on
d. control berfungsi
|
a. TV mati
b. Steker terpasang dengan benar
c. tombol off
|
a. TV mati
b. Steker tidak terpasang
dengan benar
|
|
Solusi
|
Kerusakan seperti ini dapat terjadi jika rangkaian horizontal pada IC
utama tidak rusak (bekerja), tapi bagian gambar dan suara mengalami
kerusakan. Kerusakan seperti ini bisa terjadi pada IC utama atau pada
rangkaian sebelumnya (input), dapat juga pada rangkaian setelahnya
(outputnya). untuk mengetahuinya, diperlukan kejelian dalam melokalisasi kerusakan,
baik dengan cara potong maupun dengan cara injeksi. Cara Injeksi adalah
menggunakan sinyal injektor atau multitester posisi capasity meter
(pengukuran kapasitas kapasitor). Fasilitas ini biasanya ada pada multitester
sanwa tipe CX-605. Dengan menginjeksi sinyal input, outputnya diamati. Jika
yang diinjeksi pada bagian video, hasilnya dapat dilihat pada layar televisi
yaitu berupa perubahan gambar. Namun, jika yang diinjeksi sinyal input suara,
pada speaker akan terdengan suara "bib". jika pada bagian input
gambar dan suara injeksi secara bergantian (tidak sekaligus), kemudian ada
reaksi pada outputnya, dapat diambil simpulan sementara bahwa jalur yang
dilaluinya (IC utama) bekerja.
|
Kerusakan bukan pada blok IC program/utama, periksa kemungkinan kerusakan
pada bagian lain.
|
Pastikan tombol Power On, dan steker terpasang dengan benar.
|
Pastikan steker terpasang dengan benar.
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S21
|
S22
|
S23
|
S24
|
|
Kerusakan
|
Bagian utama gambar dan bagian output gambar pada IC utama
|
Antena
|
IC program pin UHF
|
Gangguan pada antena, kabel antena, konektor antena, pengaturan AGC
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tidak tampil
e. suara terdengar
|
a. UHF tidak dapat diterima
b. Sinyal VHF tidak dapat diterima
c. antena tidak terpasang dengan baik
|
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF tidak dapat diterima
|
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar ada
d. gambar kabur
e. suara ada
f. suara tidak bersih
|
|
Solusi
|
Periksa bagian utama gambar dan bagian output gambar pada IC utama,
ukur tegangan yang diterima dengan tester, kemungkinan kerusakan ada pada
bagian ini.
|
Pasang antena dengan benar dan pastikan kabelnya tersambung pada TV.
|
Jika tegangan UHF tidak ada, biasanya masalah dari IC program pin UHF;
dapat mengakibatkan televisi tidak dapa menerima channel yang menggunakan
saluran UHF (seperti Trans, Indosiar, RCTI, SCTV, Metro, dll).
|
Jika suara dan gambar tidak bersih, gangguan dapat terjadi pada
antena, kabel antena, konektor antena, pengaturan AGC, dan tuner itu sendiri.
Antena sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas gambar dan suara. Langkah
yang dapat dilakukan adalah mengatur antena ke arah yang tepat. Jika gambar
masih tidak bersih, cobalah atur AGC adjustment, kemudian lakukan pencarian ulang.
Seandainya gambar dan suara masih juga tidak bersih, cobalah ganti tuner
dengan tipe yang sama, lalu bandingkan hasilnya dengan tuner awal.
|
0 Response to "Review LANJUTAN Laporan TUGAS AKHIR SISTEM PAAR DIAGNOSIS KERUSAKAN TELEVISI"
Post a Comment