"b8f984a1" Review LANJUTAN Laporan TUGAS AKHIR SISTEM PAAR DIAGNOSIS KERUSAKAN TELEVISI | LeaderCahyono

Review LANJUTAN Laporan TUGAS AKHIR SISTEM PAAR DIAGNOSIS KERUSAKAN TELEVISI

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S13
S14
S15
S16
Kerusakan
Kerusakan pada OSD (On Screen Display)
Kerusakan pada IC utama
Kerusakan pada IC utama
Rangkaian IC program pin ident
Gejala Kerusakan
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tidak tampil
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tampil
e. suara terdengar
f. tidak ada warna
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tampil
e. suara tidak terdengar
f. warna ada
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tampil
e. suara tidak terdengar
f. tidak ada warna
Solusi
Kerusakan pada OSD (On Screen Display).
Periksa kerusakan pada OSD ini dimulai pada pin V-Sync (Vertikal Sinkronisasi) dan H-Sync (Horizontal Sinkronisasi) pada IC program. Pin ini biasanya berdekatan. Umpamanya, V-Sync pin 26 berarti H-Sync-nya pin 27. V-Sync jika ditelusuri akan terhubung ke arah IC Penguat Vertikal, sementara H-Sync jika ditelusuri akan terhubung ke arah FBT.
Kerusakan seperti ini dapat terjadi pada IC utama, tapi umumnya terjadi pada rangkaian pendukungnya, seperti pada kontrol warna dari IC program, crystal warna, dan komponen lain sekitar bagian warna.
Kerusakan pada bagian kontrol warna dapat ditelusuri dari IC program pin color control. Caranya dengan mengukur tegangan dari IC program yang sampai ke IC utama pin color control input. Tegangan ini bergerak (dapat) diatur sesuai dengan tegangan yang dikeluarkan oleh IC program atau dapat langsung dihubungkan dengan tegangan catu RGB dengan sebuah resistor untuk membuktikan apakah yang rusak pada bagian kontrol atau pada bagian warna IC utama.
Kerusakan seperti ini juga dapat terjadi pada IC utama, tapi umumnya terjadi pada rangkain pendukungnya, seperti pada kontrol volume, mute dari IC program, serta komponen lain sekitar bagian suara dan penguat suara.
Kerusakan pada bagian kontrol volume dan mute dapat ditelusuri dari IC program pin volume kontrol. Caranya dengan mengukur tegangan dari IC program yang sampai ke IC utama pin volume control input. Tegangan ini berubah jika pengaturan volume ditambah atau diturunkan, dapat dilihat dengan mengamati pergerakan jarum penunjuk alat ukur sesuai dengan tegangan yang dikeluarkan oleh IC program.
Untuk membuktikan apakah yang rusak pada bagian kontrol atau pada bagian warna IC Utama, dapat langsung dihubungkan dengan tegangan catu bagian volume (5 V dc) ke pin volume kontrol Utama dengan sebuah resistor. Dengan demikian, diharapkan tegangan kontrol dalam keadaan maksimal (volume suara maksimal).
Kerusakan seperti ini sering terjadi pada televisi yang terkena petir (ada sebagian jenis televisi yang power-supply-nya rusak). Kerusakan seperti ini dapat berasal dari rangkaian IC program pin ident, dapat juga dari IC Utama, sekitar AFT atau pada bagian sinkronisasi.
Kerusakan seperti iniagak sulit dilacak karena yang rusak adalah komponen kecil, seperti resistor atau kapasitor yang berubah nilai. Jadi, umumnya kerusakan seperti ini bukan pada IC program atau pada IC Utama, melainkan pada komponen pendukung pada bagian yang rusak.

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S17
S18
S19
S20
Kerusakan
IC utama atau pada rangkaian sebelumnya (input)
Bukan pada blok IC program/utama
-
-
Gejala Kerusakan
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tidak tampil
e. suara terdengar
a. TV mati
b. Steker terpasang dengan benar
c. tombol on
d. control berfungsi
a. TV mati
b. Steker terpasang dengan benar
c. tombol off
a. TV mati
b. Steker tidak  terpasang dengan benar
Solusi
Kerusakan seperti ini dapat terjadi jika rangkaian horizontal pada IC utama tidak rusak (bekerja), tapi bagian gambar dan suara mengalami kerusakan. Kerusakan seperti ini bisa terjadi pada IC utama atau pada rangkaian sebelumnya (input), dapat juga pada rangkaian setelahnya (outputnya). untuk mengetahuinya, diperlukan kejelian dalam melokalisasi kerusakan, baik dengan cara potong maupun dengan cara injeksi. Cara Injeksi adalah menggunakan sinyal injektor atau multitester posisi capasity meter (pengukuran kapasitas kapasitor). Fasilitas ini biasanya ada pada multitester sanwa tipe CX-605. Dengan menginjeksi sinyal input, outputnya diamati. Jika yang diinjeksi pada bagian video, hasilnya dapat dilihat pada layar televisi yaitu berupa perubahan gambar. Namun, jika yang diinjeksi sinyal input suara, pada speaker akan terdengan suara "bib". jika pada bagian input gambar dan suara injeksi secara bergantian (tidak sekaligus), kemudian ada reaksi pada outputnya, dapat diambil simpulan sementara bahwa jalur yang dilaluinya (IC utama) bekerja.
Kerusakan bukan pada blok IC program/utama, periksa kemungkinan kerusakan pada bagian lain.
Pastikan tombol Power On, dan steker terpasang dengan benar.
Pastikan steker terpasang dengan benar.


Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S21
S22
S23
S24
Kerusakan
Bagian utama gambar dan bagian output gambar pada IC utama
Antena
IC program pin UHF
Gangguan pada antena, kabel antena, konektor antena, pengaturan AGC
Gejala Kerusakan
a. TV hidup
b. Kontrol baik
c. OSD tampil
d. gambar tidak tampil
e. suara terdengar
a. UHF tidak dapat diterima
b. Sinyal VHF tidak dapat diterima
c. antena tidak terpasang dengan baik
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF tidak dapat diterima
a. UHF dapat diterima
b. Sinyal VHF dapat diterima
c. gambar ada
d. gambar kabur
e. suara ada
f. suara tidak bersih
Solusi
Periksa bagian utama gambar dan bagian output gambar pada IC utama, ukur tegangan yang diterima dengan tester, kemungkinan kerusakan ada pada bagian ini.
Pasang antena dengan benar dan pastikan kabelnya tersambung pada TV.
Jika tegangan UHF tidak ada, biasanya masalah dari IC program pin UHF; dapat mengakibatkan televisi tidak dapa menerima channel yang menggunakan saluran UHF (seperti Trans, Indosiar, RCTI, SCTV, Metro, dll).
Jika suara dan gambar tidak bersih, gangguan dapat terjadi pada antena, kabel antena, konektor antena, pengaturan AGC, dan tuner itu sendiri. Antena sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas gambar dan suara. Langkah yang dapat dilakukan adalah mengatur antena ke arah yang tepat. Jika gambar masih tidak bersih, cobalah atur AGC adjustment, kemudian lakukan pencarian ulang. Seandainya gambar dan suara masih juga tidak bersih, cobalah ganti tuner dengan tipe yang sama, lalu bandingkan hasilnya dengan tuner awal.

0 Response to "Review LANJUTAN Laporan TUGAS AKHIR SISTEM PAAR DIAGNOSIS KERUSAKAN TELEVISI"

Post a Comment