I.
Latar Belakang
Perkembangan
teknologi informasi sekarang ini berjalan sangan cepat dan memegang peranan
penting dalam berbagai hal. Komputer merupakan salah satu bagian penting dalam
peningkatan teknologi informasi. Kemempuan computer dalam mengingat dan menyimpan
informasi dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung kepada hambatan-hambatan
seperti yang dimiliki pada manusia, misalnya saja kondisi lapar, haus ataupun
emosi. Dengan menyimpan informasi dan sehimpunan aturan penalaran yang memadai
memungkinkan komputer memberikan kesimpulan atau mengambil keputusan yang
kualitasnya sama dangan kemampuan seorang pakar bidang keilmuan tertentu. Salah
satu cabang ilmu komputer yang dapat mendukung hal tersebut adalah sistem
pakar.
Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana “mengadopsi” cara seorang pakar berpikir dan bernalar dalam menyelesaikan suatu permasalahnan, dan membuat suatu keputusan maupun mengambil kesimpulan dari sejumlah fakta yang ada. Dasar dari suatu sistem pakar adalah bagaimana mentansfer pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pakar ke dalam komputer, dan bagaimana membuat keputusan atau engambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan itu.
Sampai saat ini sudah ada beberapa hasil perkembangan sistem pakar dalam berbagai bidang sesuai dengan kepakaran seseorang misalnya bidang pendidikan, kedokteran maupun bidang yang menyangkut perbaikan peralatan elektronik khususnya televisi berwarna. Televisi berwarna merupakan salah satu peralatan elektronik yang sering mengalami gangguan atau kerusakan sehingga dengan mengandalkan kemajuan di bidang teknologi dan informasi tersebut, kiranya perlu adanya pembuatan sebuah “ Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Pada Televisi Berwarna ” dan memberikan bekal pengetahuan dan pembelajaran yang menyangkut kerusakan pada Televisi Berwarna dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran.
Pemilihan masalah menyangkut kerusakan-kerusakan pada televisi berwarna deijadikan sebagai sistem pakar adalah kenyataan bahwa kerusakan-kerusakan pada sebuah televisi berwarna sering kali menggangu pengguna televisi, sehingga perlu adanya solusi untuk menangani hal-hal kerusakan pada televisi berwarna tersebut melalui teknologi komputer yang didalamnya terdapat software yang dapat membantu memecahkan masalah kerusakan-kerusakan yang terjadi.
II.
Rumusan Masalah
Berikut ini rumusan masalah yang penulis temukan di
lapangan :
-
Para pakar reparasi TV sebagian
besar sudah berusia lanjut
-
Tidak adanya panduan resmi yang
mereka gunakan untuk mereparasi TV
-
Untuk mendiagnosis kerusakan TV
di butuhkan waktu yang lama
III.
Batasan Masalah
Agar tidak merembet ke luar dari
permasalahan yang penulis bahas maka penulis memberikan batasan masalah sebagai
berikut :
-
Sistem pakar ini hanya untuk diagnosis
TV berwarna
-
Pembuatan sistem pakar untuk mendeteksi kerusakan pada televisi
berwarna hanya menyangkut kerusakan-kerusakan yang umum terjadi pada televisi
berwarna diantaranya kerusakan pada bagian gambar, suara, catu daya dan
lain-lain.
IV.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang penulis lakukan
adalah
-
Untuk memudahkan penulis dalam
perumusan masalah
-
Memindahkan kepakaran seseorang
kedalam sebuah program
V.
Manfaat
Manfaat dari pembuatan sistem pakar Diagnosis Kerusakan
pada TV berwarna ini adalah :
-
Memudahkan para teknisi dalam
mendiagnosis kerusakan TV berwarna
VI.
Dasar Teori
-
Sistem Pakar
Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dibangun berdasarkan nasis
pengetahuan dan aturan (bukan berdasarkan algoritma) dan mengandung pengetahuan
dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik.
Orang
yang terlibat dalam sistem pakar
1. Pakar (Domain Expert). Adalah orang ahli yang memiliki pengetahuan
khusus , pendapat, pengalaman dan metode, serta kemampuan untuk pengaplikasian
keahlian tersebut guna menyelesaikan masalah.
2. Perekayasa Sistem (Knowladge Enginer), adalah orang yang membantu
pakar menyusun area permaslahan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan
jawaban-jawaban pakar atas pertanyaan yang diajukan, menggambarkan analogi, dan
menerangkan kesulitan-kesulitan konseptual.
3. Pemakai (User), adalah seseorang yang berkonsultasi dengan system
untuk mendapatkan saran yang disediakan oleh system. Pemakai adalah orang-orang
yang bukan pakar (Non-Expert) seperti pelajar, dan bias juga seorang pakar (Expert)
yang ingin meningkatkan kemampuan kepakarannya.
4. Pembangun system(System Enginer), adalah seseortang yang membauat
anatarmuka pengguna, merancang bentuk basis pengetahuan secara deklaratif dan
mengimplementasikan mesin inferensi.
”Otak”
Sistem Pakar adalah mesin
inferensi, yang dikenal juga sebagai
struktur kontrol atau penerjemah aturan
(dalam ES berbasis-aturan). Komponen ini
sebenarnya adalah program komputer yang
menyediakan metodologi untuk mempertimbangkan informasi dalam
pengetahuan dan workplace, dan merumuskan kesimpulan.
Mesin inferensi adalah keahlian yang dibutuhkan disimpan
di dalam knowledge base (basis pengetahuan),
komputer diprogram sehingga dapat menghasilkan solusi.
Terdapat dua cara (metode)
mekanisme inferensi dalam sistem pakar berbasis aturan, yaitu:
1.
Runut maju (forward chaining) Runut maju
adalah aturan-aturan diuji satu demi satu dalam urutan tertentu (data
driven).
2.
Runut mundur ( backward chaining) Runut mundur
adalah penalaran dimulai dari kesimpulan dan akan dibuktikan
kebenarannya(goal driven).
Kedua cara di atas
dipengaruhi oleh macam penelusuran yang terdiri dari 3
macam/ teknik penelusuran:
·
Depth
first search,
teknik penelusuran dari node ke node
bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan.
·
Breadth
first search,
teknik penelusuran pada semua node dalam satu
level sebelum berpindah ke level di bawahnya.
·
Best
first search,
kombinasi antara depth first search dan
breadth first search.
-
Objek Penelitian
Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar.
Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai
arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti
tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan
dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia
'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve
atau tipi.
0 Response to "Sistem Pakar Hasil Kerusakan Televisi Dengan Metode Forward Chaining"
Post a Comment