|
S6
|
Kerusakan pada bagian
control Power Supply.
Periksa optokopler,
resistor, dan transistor sekitar power adjusment.
|
|
S7
|
Kerusakan pada blok Power
Supply (bagian yang berhubungan dengan tapis).
Periksa semua elektrolit
kapasitor di power, terutama kapasitor tapis 220 mikrofarad / 400 V.
|
|
S8
|
Kerusakan pada blok Power
Supply (bagian yang berhubungan dengan tapis).
Periksa semua elektrolit
kapasitor di power, terutama kapasitor tapis 220 mikrofarad / 400 V.
|
|
S9
|
Kerusakan pada bagian tapis
di power supply.
Periksa diode tapis dan
elektrolit kondensator. Komponen yang sering rusak adalah elektrolit
kondensator 250 mikrofarad / 400 V dc.
|
Tabel Jenis Kerusakan
|
ID_kerusakan
|
jenis_kerusakan
|
|
R1
|
Masalah pada Tegangan (blok
Power Supply)
|
|
R2
|
Masalah pada IC Program/IC
Utama/Gambar
|
|
R3
|
Masalah pada
Tuner/Antenna/Sinyal
|
|
R4
|
Masalah pada Bagian
Vertikal/Horizontal
|
|
R5
|
Masalah pada Suara
|
|
R6
|
Masalah pada input
CRT/Warna/RGB
|
-
Frame
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S1
|
S2
|
S3
|
S4
|
|
Kerusakan
|
Kerusakan pada blok Power Supply
|
Rangkaian horizontal, vertikal, dan suara
|
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian osilator)
|
Kerusakan bukan pada blok Power Supply
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. TV mati total
b. Sekring Putus
|
a. TV mati total
b. Sekring Tidak Putus
c. Tegangan Output Ada
|
a. TV mati total
b. Sekring Tidak Putus
c. Tegangan Output Tidak Ada
|
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. gambar normal
|
|
Solusi
|
Periksa komponen di rangkaian power yang berhubungan dengan sekring
tersebut. Potonglah beberapa bagian di sekitar jalur jala-jala listrik dan
lakukan pengukuran dengan multitester pada posisi pengukuran Ohm meter untuk
mengukur komponen yang dikira rusak atau melakukan pengukuran tegangan
langsung.
|
Sebenarnya kerusakan bukan pada blok Power Supply. Kemungkinan, pada
rangkaian horizontal, vertikal, dan suara.
Potong setiap jalur yang menghubungkannya ke rangkain tersebut, lalu
ukur tegangannya. Jika tegangan normal, pasanglah satu-satu, lalu ukur lagi
hingga ditemui ke jalur mana tegangan tersebut hilang dan lanjutkan dengan
memeriksa komponen.
|
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian osilator).
Potong jalur output tegangan ke rangkaian lain dengan mencabut
solderan pada jumper atau kaki komponen. Lalu, ukur tegangan output. Jika
ada, berarti kerusakan terjadi pada rangkaian di depannya. Jika tidak pada
bagian osilator power, periksa resistor dengan tahanan diatas 100k Ohm
sebagai catu osilator.
|
Kerusakan bukan pada blok Power Supply, periksa kemungkinan kerusakan
pada bagian lainnya.
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S5
|
S6
|
S7
|
S8
|
|
Kerusakan
|
Kerusakan pada bagian Osilator Power Supply
|
Kerusakan pada bagian kontrol Power Supply
|
Bagian yang berhubungan dengan tapis
|
Bagian yang berhubungan dengan tapis
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Tidak normal
c. Tegangan Power Supply naik lebih dari 130 V DC
|
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Tidak normal
c. Tegangan Power Supply drop/tidak normal
|
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. Gambar tidak normal
d. Gambar bergoyang
e. Goyangan kuat
|
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. Gambar tidak normal
d. Gambar bergoyang
e. Goyangan tidak kuat
|
|
Solusi
|
Kerusakan pada bagian Osilator Power Supply.
Lepaskan semua jalur output dari power supply ke rangkaian lainnya
agar tidak merusak komponen lainnya, kemudian periksa elektrolitnya.
|
Kerusakan pada bagian kontrol Power Supply.
Periksa optokopler, resistor, dan transistor sekitar power adjusment.
|
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian yang berhubungan dengan
tapis).
Periksa semua elektrolit kapasitor di power, terutama kapasitor tapis
220 mikrofarad / 400 V.
|
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian yang berhubungan dengan tapis).
Periksa semua elektrolit kapasitor di power, terutama kapasitor tapis
220 mikrofarad / 400 V.
|
|
Ruang (Slots)
|
Isi (Fillers)
|
|||
|
ID Kerusakan
|
S9
|
S10
|
S11
|
S12
|
|
Kerusakan
|
Kerusakan pada bagian tapis di power supply
|
Kerusakan pada bagian tapis di power supply
|
Saklar push-on yang ada pada panel kontrol
|
Kerusakan pada IC Program yang mati total (short) / tidak bekerja
|
|
Gejala Kerusakan
|
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. gambar tidak normal
d. gambar normal
e. Gambar goyang kiri dan kanan
|
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. gambar tidak normal
d. gambar normal
e. gambar tidak goyang
|
a. TV mati
b. Steker terpasang dengan benar
c. tombol on
d. kontrol tidak berfungsi
|
a. TV hidup
b. kontrol tidak berfungsi
|
|
Solusi
|
Kerusakan pada bagian tapis di power supply.
Periksa diode tapis dan elektrolit kondensator. Komponen yang sering
rusak adalah elektrolit kondensator 250 mikrofarad / 400 V dc.
|
Kerusakan pada bagian tapis di power supply.
Periksa diode tapis dan elektrolit kondensator. Komponen yang sering
rusak adalah elektrolit kondensator 250 mikrofarad / 400 V dc.
|
Periksa saklar push-on yang ada pada panel kontrol. Tombol push-on
dapat diukur apakah berfungsi atau tidak dengan multitester pada posisi Ohm
meter. Pada saat saklar ditekan, jarum penunjuk akan menunjukkan angka nol
(terhubung). Namun, jika saat ditekan tidak menunjukkan angka nol
(terhubung), berarti saklarnya rusak.
Jika key kontrolnya baik, tinggal mengikuti jalur dan komponen yang
menghubungkan antara key kontrol dan IC program, biasanya hanya terdiri atas
beberapa buah resistor dan diode. Jika tidak ditemukan kerusakan, kemungkinan
yang rusak adalah IC Programnya.
|
Kerusakan pada IC Program yang mati total (short) / tidak bekerja.
Ukur tegangan 5 V dc pada catu utama IC Program (umumnya ditulis V cc
atau V dd). Jika tegangan catu 5 V dc pada pin catu utama (V dd) IC program
tidak ada, lepaskan solder pin IC program dengan PCB, lalu ukur tegangan 5 V
dc pada PCB. Jika ternyata tegangan 5 V dc pada PCB ada dalam keadaan
televisi tersebut hidup, hubungkan tegangan tersebut dengan ujung multitester
dengan pin catu IC program sambil tetap mengamati apakah tegangan tetap ada.
Jika tegangan 5 V dc-nya hilang saat dihubungkan/disolder pada IC program,
dapat dipastikan IC program tersebut rusak.
Namun, saat pin catu IC program dilepaskan dari PCB tegangan 5 V dc
dan pada PCB juga tidak ada kerusakan, kemungkinan bukan pada IC program.
Periksalah lebih dulu sumber tegangan 5 V dc tersebut dan rangkaian lain yang
berhubungan.
|
0 Response to "NEXT CONTOH LAPORAN SISTEM PAKAR KERUSAKAN TELEVISI"
Post a Comment