"b8f984a1" NEXT CONTOH LAPORAN SISTEM PAKAR KERUSAKAN TELEVISI | LeaderCahyono

NEXT CONTOH LAPORAN SISTEM PAKAR KERUSAKAN TELEVISI

S6
Kerusakan pada bagian control Power Supply.
Periksa optokopler, resistor, dan transistor sekitar power adjusment.
S7
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian yang berhubungan dengan tapis).
Periksa semua elektrolit kapasitor di power, terutama kapasitor tapis 220 mikrofarad / 400 V.
S8
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian yang berhubungan dengan tapis).
Periksa semua elektrolit kapasitor di power, terutama kapasitor tapis 220 mikrofarad / 400 V.
S9
Kerusakan pada bagian tapis di power supply.
Periksa diode tapis dan elektrolit kondensator. Komponen yang sering rusak adalah elektrolit kondensator 250 mikrofarad / 400 V dc.

Tabel Jenis Kerusakan
ID_kerusakan
jenis_kerusakan
R1
Masalah pada Tegangan (blok Power Supply)
R2
Masalah pada IC Program/IC Utama/Gambar
R3
Masalah pada Tuner/Antenna/Sinyal
R4
Masalah pada Bagian Vertikal/Horizontal
R5
Masalah pada Suara
R6
Masalah pada input CRT/Warna/RGB


-          Frame
Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S1
S2
S3
S4
Kerusakan
Kerusakan pada blok Power Supply
Rangkaian horizontal, vertikal, dan suara
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian osilator)
Kerusakan bukan pada blok Power Supply
Gejala Kerusakan
a. TV mati total
b. Sekring Putus
a. TV mati total
b. Sekring Tidak Putus
c. Tegangan Output Ada
a. TV mati total
b. Sekring Tidak Putus
c. Tegangan Output Tidak Ada
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. gambar normal
Solusi
Periksa komponen di rangkaian power yang berhubungan dengan sekring tersebut. Potonglah beberapa bagian di sekitar jalur jala-jala listrik dan lakukan pengukuran dengan multitester pada posisi pengukuran Ohm meter untuk mengukur komponen yang dikira rusak atau melakukan pengukuran tegangan langsung.
Sebenarnya kerusakan bukan pada blok Power Supply. Kemungkinan, pada rangkaian horizontal, vertikal, dan suara.
Potong setiap jalur yang menghubungkannya ke rangkain tersebut, lalu ukur tegangannya. Jika tegangan normal, pasanglah satu-satu, lalu ukur lagi hingga ditemui ke jalur mana tegangan tersebut hilang dan lanjutkan dengan memeriksa komponen.
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian osilator).
Potong jalur output tegangan ke rangkaian lain dengan mencabut solderan pada jumper atau kaki komponen. Lalu, ukur tegangan output. Jika ada, berarti kerusakan terjadi pada rangkaian di depannya. Jika tidak pada bagian osilator power, periksa resistor dengan tahanan diatas 100k Ohm sebagai catu osilator.
Kerusakan bukan pada blok Power Supply, periksa kemungkinan kerusakan pada bagian lainnya.

Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S5
S6
S7
S8
Kerusakan
Kerusakan pada bagian Osilator Power Supply
Kerusakan pada bagian kontrol Power Supply
Bagian yang berhubungan dengan tapis
Bagian yang berhubungan dengan tapis
Gejala Kerusakan
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Tidak normal
c. Tegangan Power Supply naik lebih dari 130 V DC
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Tidak normal
c. Tegangan Power Supply drop/tidak normal
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. Gambar tidak normal
d. Gambar bergoyang
e. Goyangan kuat
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. Gambar tidak normal
d. Gambar bergoyang
e. Goyangan tidak kuat
Solusi
Kerusakan pada bagian Osilator Power Supply.
Lepaskan semua jalur output dari power supply ke rangkaian lainnya agar tidak merusak komponen lainnya, kemudian periksa elektrolitnya.
Kerusakan pada bagian kontrol Power Supply.
Periksa optokopler, resistor, dan transistor sekitar power adjusment.
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian yang berhubungan dengan tapis).
Periksa semua elektrolit kapasitor di power, terutama kapasitor tapis 220 mikrofarad / 400 V.
Kerusakan pada blok Power Supply (bagian yang berhubungan dengan tapis).
Periksa semua elektrolit kapasitor di power, terutama kapasitor tapis 220 mikrofarad / 400 V.


Ruang (Slots)
Isi (Fillers)
ID Kerusakan
S9
S10
S11
S12
Kerusakan
Kerusakan pada bagian tapis di power supply
Kerusakan pada bagian tapis di power supply
Saklar push-on yang ada pada panel kontrol
Kerusakan pada IC Program yang mati total (short) / tidak bekerja
Gejala Kerusakan
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. gambar tidak normal
d. gambar normal
e. Gambar goyang kiri dan kanan
a. TV hidup
b. Tegangan Power Supply Normal
c. gambar tidak normal
d. gambar normal
e. gambar tidak goyang
a. TV mati
b. Steker terpasang dengan benar
c. tombol on
d. kontrol tidak berfungsi
a. TV hidup
b. kontrol tidak berfungsi
Solusi
Kerusakan pada bagian tapis di power supply.
Periksa diode tapis dan elektrolit kondensator. Komponen yang sering rusak adalah elektrolit kondensator 250 mikrofarad / 400 V dc.
Kerusakan pada bagian tapis di power supply.
Periksa diode tapis dan elektrolit kondensator. Komponen yang sering rusak adalah elektrolit kondensator 250 mikrofarad / 400 V dc.
Periksa saklar push-on yang ada pada panel kontrol. Tombol push-on dapat diukur apakah berfungsi atau tidak dengan multitester pada posisi Ohm meter. Pada saat saklar ditekan, jarum penunjuk akan menunjukkan angka nol (terhubung). Namun, jika saat ditekan tidak menunjukkan angka nol (terhubung), berarti saklarnya rusak.
Jika key kontrolnya baik, tinggal mengikuti jalur dan komponen yang menghubungkan antara key kontrol dan IC program, biasanya hanya terdiri atas beberapa buah resistor dan diode. Jika tidak ditemukan kerusakan, kemungkinan yang rusak adalah IC Programnya.
Kerusakan pada IC Program yang mati total (short) / tidak bekerja.
Ukur tegangan 5 V dc pada catu utama IC Program (umumnya ditulis V cc atau V dd). Jika tegangan catu 5 V dc pada pin catu utama (V dd) IC program tidak ada, lepaskan solder pin IC program dengan PCB, lalu ukur tegangan 5 V dc pada PCB. Jika ternyata tegangan 5 V dc pada PCB ada dalam keadaan televisi tersebut hidup, hubungkan tegangan tersebut dengan ujung multitester dengan pin catu IC program sambil tetap mengamati apakah tegangan tetap ada. Jika tegangan 5 V dc-nya hilang saat dihubungkan/disolder pada IC program, dapat dipastikan IC program tersebut rusak.
Namun, saat pin catu IC program dilepaskan dari PCB tegangan 5 V dc dan pada PCB juga tidak ada kerusakan, kemungkinan bukan pada IC program. Periksalah lebih dulu sumber tegangan 5 V dc tersebut dan rangkaian lain yang berhubungan.

0 Response to "NEXT CONTOH LAPORAN SISTEM PAKAR KERUSAKAN TELEVISI"

Post a Comment